BUPATI SUMBA TENGAH PIMPIN UPACARA HUT KORPRI KE – 48 TAHUN.
BUPATI SUMBA TENGAH PIMPIN UPACARA HUT KORPRI KE – 48 TAHUN.

By Admin Kabupaten Sumba Tengah 25 Jan 2020, 00:49:11 WIB umum
BUPATI SUMBA TENGAH PIMPIN UPACARA HUT KORPRI KE – 48 TAHUN.

BUPATI SUMBA TENGAH PIMPIN UPACARA HUT KORPRI KE – 48 TAHUN.

Senin, 02 Desember 2019.
Waibakul, Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu, memimpin upacara bendera Peringatan HUT ke-48 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) tingkat Kabupaten Sumba Tengah di Lapangan Upacara Kantor Bupati Sumba Tengah, Jumat (29/11/2019).
Dalam amanatnya, Bupati Paul Limu membacakan pidato Presiden RI, yang menuntut ASN harus lebih bersaing dan berinovasi dalam era globalisasi dan menuntut ASN bekerja harus memberikan dampak yang nyata bagi kesejahteraan madyarakat.
“Lebih cepat lebih baik dari negara lain. Jalani perubahan, melakukan reformasi berkelanjutan, tidak ada kerja lambat, harus ada nilai-nilai baru dalam bekerja. ASN harus bergerak mencari terobosan, melakukan inovasi, memangkas palayanan yang berblit-belit yang mempersulit rakyat,” kata Jokowi dalam sambutannya.

Tahun 2019 merupakan tahun disiplin, dan kita akan melakukan evaluasi baik disiplin tenaga kontrak dan lebih khusus ASN, sehingga tahun depan bukan lagi tahun disiplin namun tahun penegakan disiplin.
“Tahun 2019 ini tahun disiplin dan tahun depan merupakan tahun penegakan disiplin, sehingga kami terus menghimbau agar seluruh ASN menaati jam kerja dan memberikan dampak pada pelayanan. Tahun depan sudah pada penindakan disiplin dan ini menjadi alasan yang mendasar untuk berubah,” jelasnya.
Bupati Paul Limu mencontohkan penegakan disiplin kepada ASN. “Misalnya Eslon II tidak menegur dan memberikan sanksi kepada Eselon III maka bupati yang akan memberikan sanksi kepada esolon II yang tidak memberikan sanksi kepada eselon III, dan begitu juga esolen III dan seterusnya. Kata kunci agar kita sukses adalah disiplin. Di negara maju sekali pun disiplin adalah yang utama sehingga berkembang dan maju. Mari kita terus menegakkan kedisiplinan dan terus berjuang untuk berkembang,” pinta Paul Limu.

Menurutnya, di tingkat provinsi sudah banyak yang mendapat sanksi disiplin seperti langsung diberhentikan dan ada pula yang turun pangkat.
Terkait apresiasi yang akan diberikan kepada ASN yang berprestasi dan sanksi kepada ASN yang tidak disiplin, Pemerintah Sumba Tengah akan memberikan apresiasi lewat kenaikan pangkat, memberikan pembinaan dan pendidikan baik formal maupun non formal, memberikan kepercayaan dalam jabatan, memberi tugas ke luar daerah.
“Reward dan apresiasi tetap kita berikan kepada ASN, baik itu kenaikan pangkat ataupun memberikan ruang untuk melanjutkan pendidikan,” imbuhnya.
Untuk penerapan perampingan di Kabupaten Sumba Tengah, Paul Limu akan menyesuaikannya. “Jika memang ini merupakan komitmen pemerintah pusat untuk menghilangkan Eselon III dan IV dan langsung fungsi, maka secara otomatis kita beralih sesuai peraturan,” tegasnya.

Menurutnya, reformasi birokrasi di Kabupaten Sumba Tengah selalu mengikuti surat perintah presiden. “dan kami akan segera melaksanakan perampingan. Untuk itu saat ini kami sudah mengajukan ranperda kaitan dengan organisasi perampingan, dan tahun depan kita sudah laksanakan sesuai dengan UU dan tidak ada kompromi,” tegasnya.
Perampingan merupakan tuntutan pemerintah pusat. “Karena perampingan merupakan perintah pemerintah pusat maka kami tidak bisa kompromi. Jika apa yang diputuskan oleh pusat kami harus laksanakan, kami sudah mengajukan ranperda dan kami eksekusi di tahun 2020 mendatang,” tegasnya.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • helmiboy

    informasi yang sangat menarik. sy doakan Sumba Tengah semakin maju ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video