DANIEL LANDA: KERJALAH DENGAN TULUS IKLAS TANPA HARUS MELIHAT BAYARAN.
DANIEL LANDA: KERJALAH DENGAN TULUS IKLAS TANPA HARUS MELIHAT BAYARAN.

By Admin Kabupaten Sumba Tengah 12 Feb 2020, 09:58:45 WIB Wakil Bupati

Berita Terkait

Berita Populer

DANIEL LANDA: KERJALAH DENGAN TULUS IKLAS TANPA HARUS MELIHAT BAYARAN.

Waibakul, 28 kepala Desa di Kabupaten Sumba Tengah mulai hari ini berturut-berturut dilantik oleh Bupati dan Wakil Bupati Sumba Tengah secara langsung di kantor desa masing-masing, hal ini dilakukan untuk melihat langsung pembangunan rumah mandiri bahkan untuk melihat dari dekat permasalahan yang terjadi di desa.

Hari ini, Wakil Bupati Sumba Tengah, Ir. Daniel Landa melantik kepada desa Makata Keri, Ledi Soru di kantor desa Makata Keri dan Kepala Desa Dewa Jara, Gusti Kabalu Daungu di kantor desa Dewa Jara, begitu juga Bupati Sumba Tengah melantik Kepala desa Ngadu Olu dan Kepala Desa Tanah Mbanas Selatan.

Wakil Bupati Sumba Tengah, Ir. Drs. Daniel Landa, setelah melantik kepala desa Makata Keri, mengatakan pasti ada kekecewaan dan ketidak puasan dari beberapa calon dalam proses pemilihan kepala Desa, hal ini merupakan wajar tetapi kita harus menyadari bahwa kita harus terus berbenah untuk mensejahterakan masyarakat. Proses yang telah berjalan tidak boleh mencederai hubungan kekeluargaan yang sudah terbangun secara turun temurun sebagai nilai kearifan lokal Kabupaten Sumba Tengah.

“Mari kita tinggalkan persaingan saat proses pemilihan, rajut kembali relasi dan hubungan kekeluargaan, saat ini mari kita fokus pada pembenahan dan pembangunan dan mendukung penuh program Pro Oli Milla yang menjadi visi misi pemerintah”, imbuhnya.

Daniel juga berharap kepada Kepala Desa yang dilantik, agar terus berpedoman pada peraturan dalam mengevaluasi perangkat desa agar tidak sewenangnya dalam mengganti aparat desa, namun harus berdasarkan kinerja, pendidikan dan keahlian dengan begitu program akan berjalan dengan baik. Pemimpin harus siap untuk mengerahkan waktu, pikiran dan tenaga bagi masyarakat terlebih masyarakat tidak mampu yang sangat membutuhkan perubahan dan kesejahteraan, jangan pernah pandang bulu dalam melayani, harus iklas dan menjadi contoh.

“Saat ini masyarakat sedang melihat, mendengar dengan teliti serta menantikan kita dengan sabar apa yang kita lakukan sebagai seorang pemimpin, melayanilah dengan sungguh jangan pernah pandang bulu”, imbaunya.

Menurutnya, menjadi seorang pemimpin berarti siap untuk “menghamba” siap untuk melayani, siap untuk melepaskan kebanggaan duniawi seperti pesta yang terlalu berlebihan, dan pemimpin harus memiliki kemampuan untuk menjamin keamanan, kenyamanan dan menciptakan situasi yang selalu kondusif agar pembangunan di desa dapat berjalan dengan lancar dan aman.

“seorang pemimpin harus bisa menjamin keamanan dan ketertiban di Wilayahnya, dengan begitu masyarakat dapat merasakan kenyaman dan dapat berusaha untuk memperbaiki kehidupannya”, harapnya.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment