TOLAK UKUR KINERJA PELAYANAN PENDIDIKAN
SPM

By helmud attamimi 22 Jan 2020, 07:57:06 WIB Pendidikan
TOLAK UKUR KINERJA PELAYANAN PENDIDIKAN

SPM ADALAH TOLAK UKUR KINERJA PELAYANAN PENDIDIKAN

Oleh: Dominikus Siliwolu,S.Pd

Pemenuhan kebutuhan dasar untuk pendidikan dasar ditandai dengan : tersedianya sarana prasarana pendidikan yang layak, pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas dan berkompeten, Kurikulum yang baik, sistem penilaian yang baik, penjaminan mutu pendidikan yang baik, dan manajemen sekolah yang mantap.

Sesuai permendikbud No. 32 Tahun 2018, tentang Standar Pelayanan Minimal ( SPM ) Pendidikan Dasar, terdapat 27 indikator prioritas ( IP )  Standar Pelayanan Mininal ( SPM )  yang merupakan   kewenangan Pemerintah Kabupaten dan kewenangan Sekolah.

  1. Tersedia Satuan Pendidikan dalam jarak terajngkau dengaan berjalan kaki maksimal 3 km untuk SD/MI dan 6 km untuk SMP dari kelompok pemukiman permanen.
  2. Jumlah Peserta didik dalam setiap rombongan belajar untu SD tidak melebihi 32 siswa dan SMP 36 siswa.
  3. Di setiap SMP/MTs tersedia laboratorium IPA yang lengkap dengan meja dan kursi sejumlah 36 buah dan 1 set peralatan praktek IPA.
  4. Setiap SD/MI dan SMP/MTs tersedia ruang guru yang dilengkapi meja  dan kursi untuk setiap guru, kepala sekolah dan staf pendidik lainnya, dan di setiap SMP/MTs tersedia ruang kepala sekolah yang terpisah dengan ruang guru
  5. Di setiap SD/MI tersedia 1 orang guru untuk setiap 32 peserta didik dan 6 orang guru untuk setiap satuan pendidikan.
  6. Di setiap SMP tersedia 1 orang guru untuk setiap mata pelajaran.
  7. Di setiap SD/MI tersedia 2 orang guru yang memiliki kualifikasi akademik S1 atau D-IV dan 2 orang guru yang telah memiliki sertifikat pendidik.
  8. Di setiap SMP/MTs tersedia guru dengan kualifikasi akademik S1 atau D-IV sebanyak 70% dan separuh ( 35%) telah memilik sertifikat pendidik.
  9. Di setiap SMP/MTs  tersedia guru yang berkualifikasi S1/D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik masing – masing 1 orang untuk mata pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan PKn.
  10. Di setiap Kabupaten/Kota semua kepala SD/Mi berkualifikasi akademik S1/D-IV dan telah memiliki sertifikat Pendidik.
  11. Di setiap Kabupaten/Kota semua kepala SMP/MTs berkualifikasi akademik S1/D-IV dan telah memiliki sertifikat Pendidik.
  12. Di setiap Kabupaten/Kota semua pengawas sekolah / madrasah berkualifikasi akademik S1/D-IV dan telah memiliki sertifikat Pendidik.
  13. Pemerintah Kabupaten  memiliki rencana dan melaksanakan kegiatan  untuk membantuan satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum dan proses pembelajaran yang efektif.
  14. Kunjungan pengawas ke satuan pendidikan minimal 1 kali setiap bulan dan setiap kunjungan minimal 3 Jam untuk melakukan supervisi dan pembinaan.
  15. Setiap SD/Mi menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya oleh pemerintah mencakup mata pelajaran bahasa indonesia, matematika, IPA, IPS dan PKn dengan ketentuan satu set untuk setiap peserta didik.
  16. Setiap SMP/MTs menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya oleh pemerintah untuk semua mata pelajaran dengan ketentuan satu set untuk setiap peserta didik.
  17. Setiap SD/MI menyediakan 1 set peraga IPA dan bahan yang terdiri dari model kerangka manusia, model tubuh manusia bola dunia ( Globe ), contok peralatan optik, kit IPA untuk eksperimen dasar dan poster / charta IPA.
  18. Setiap SD/MI memiliki 100 judul buku pengayaan 10 judul referensi dan setiap SMP memiliki 200 judul buku pengayaan dan 20 buku referensi.
  19. Setiap guru tetap bekerja 37,5 jam per minggu di setiap satuan pendidikan, termasuk merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik dan melaksanakan tugas tambahan.
  20. Satuan pendidikan menyelenggarakan proses pembelajaran selama 34 minggu per tahun.
  21. Satuan Pendidikan menerapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan ( KTSP ) sesuai ketentuan yang berlaku.
  22. Setiap guru menerapkan rencana pelaksanaan pembelajaran ( RPP )  yang disusun berdasarka silabus untuk setiap mata pelajaran yang diampunya.
  23. Setiap guru mengembangkan dan menerapkan program penilaian untuk membantu meningkatkan kemamampuan belajar peserta didik.
  24. Kepala Sekolah melakukan supervisi kelas dan memberikan umpan balik kepada guru 2 kali dalam setiap semester.
  25. Setiap guru menyampaikan laporan hasil evaluasi mata pelajaran serta hasil penilaian setiap peserta didik kepada kepala sekolah pada akhir semester dalam bentuk laporan hasil prestasi belajar peserta didik.
  26. Kepala Sekolah/madrasah menyampaikan hasil ulangan semester (UAS) dan ulangan kenaikan kelas ( UKK )  serta ujian akhir ( US/UN ) kepada orang tua peserta didik dan rekapitulasi ke dinas pendidikan.

Setiap satuan pendidikan menerapkan prinsip – prinsip manajemen berbasis sekolah ( MBS )




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment