BUPATI : SEGERA KOORDINASI DAN LAPOR KONDISI PERKEMBANGAN PROGRAM TJPS 

BUPATI : SEGERA KOORDINASI DAN LAPOR KONDISI PERKEMBANGAN PROGRAM TJPS 

WAIBAKUL – “Tanam Jagung Panen Sapi” merupakan program Gubernur Nusa Tenggara Timur. Program ini merupakan salah satu program di bidang pertanian lahan kering.

Ada 7 (tujuh) Kabupaten di NTT yang melaksanakan program Gubernur ini, salah satunya Kabupaten Sumba Tengah karena terdapat banyak lahan kering yang berpotensi untuk pengembangan jagung.

Kenapa harus jagung yang perlu dikembangkan, karena berdasarkan sejarah, jagung menjadi makanan pokok masyarakat NTT.

Pada Kamis (06/08/2020) Bupati Sumba Tengah Paulus S. K. Limu turun memantau langsung pelaksanaan program ini untuk melihat kondisi jagung yang ditanam pada lahan seluas 40 hektare di Desa Umbu Pabal Selatan, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat.

Alhasil, dari pantauan tersebut Mantan Inspektur Propinsi itu menemukan bahwa benih jagung yang didatangkan langsung dari Balai Perbenihan Maros, Sulawesi Selatan itu banyak yang tidak tumbuh, busuk dan mati.

Melihat hal ini, Ia pun meminta kepada penyuluh untuk segera dilaporkan dan dikoordinasikan ke Dinas Pertanian Propinsi agar segera mengirimkan benih baru mengingat waktu kita sudah terlambat,” ujarnya.

Dirinya pun berharap agar pemupukan dan air selalu diperhatikan serta dikawal sehingga jagung tersebut tidak banyak lagi yang mati atau tidak tumbuh.
“Segera dibuatkan laporan ke Propinsi permintaan bantuan pompa air, dan pupuk” ucapnya.

Sementara itu, salah satu petugas penyuluh Propinsi menyebutkan bahwa mutu dan kualitas benih tersebut yang kurang baik, padahal ini adalah benih hibrida yang ditanam.
Menurutnya, benih tersebut terlihat bagus dalam kemasan. Akan tetapi, setelah tanam ditemukan banyak jagung yang tidak tumbuh dan mati. 

Pada kesempatan yang sama, Bupati Paulus mengatakan keinginannya pada tahun depan kita akan coba programkan Tanam Jagung Panen Babi. Oleh karena itu, Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Tengah harus mulai persiapkan benih dan pupuk yang bermutu dan berkulitas, karena semua bahan akan diambil dari dalam daerah. TJPS ini menjadi contoh dan model untuk kita kembangkan program TJPB mendatang, .” Ujar Paulus

Memang tidak bisa dipungkiri, masalah dan kendala pasti ditemukan di lapangan. Namun dirinya optimis dan meyakini bisa mencapai hasil yang lebih baik, asalkan kita tidak putus asa dan tetap bekerja keras.
“Kerja sama tim akan memberi anda kesempatan terbaik dalam mengubah visi menjadi nyata.” Ungkap Paulus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *