29 November 2020

WEBSITE RESMI PEMERINTAH KABUPATEN SUMBA TENGAH

RAPAT LAPANGAN TIM TEKNIS ZONA V FOOD ESTATE

Program lumbung pangan adalah konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara integrasi mencakup pertanian, perkebunan bahkan peternakan di suatu kawasan. Sama halnya yang sedang terjadi di Kabupaten Sumba Tengah belakangan ini, dimana program Food Estate sedang dikerjakan di 5 (lima) lokasi berbeda yang tersebar di beberapa Kecamatan wilayah Kabupaten Sumba Tengah. Seperti yang dilansir oleh Tim dari Dinas Kominfo Kabupaten Sumba Tengah pada Rapat Lapangan Tim Teknis Zona V yang terletak di Desa Tana Modu Kecamatan Katikutan Selatan, Rabu (20/10/2020).

Rapat ini dihadiri oleh Anggota DPRD Sumba Tengah Dapil 1 Drs. Samuel S. Pekulimu didampingi Kabag Wasgar DPRD Kabupaten Sumba Tengah dengan beberapa OPD terkait seperti Dinas Pertanian diwakili oleh Kabid Perkebunan, Sat Pol-PP oleh Kabid Penegakan, Camat Katikutan Selatan, Pemerintah Desa dan unsur Tokoh Masyarakat desa setempat.

Dalam rapat ini telah melahirkan beberapa kesepakatan antara lain sebagai berikut :

  1. Memperhatikan curah hujan yang semakin intens maka pengolahan lahan dipercepat sehingga seluruh areal seluas 107 Hertarare bisa diselesaikan dan dapat ditanami sebelum 1 Nopember 2020.
  2. Akan dilaksanakan rapat dengan pemilik lahan pada hari kamis, 22 Oktober 2020 untuk membincangkan secara serius pola aplikasi Teknologi pada hamparan lahan.
  3. Pembangunan Posko akan menjadi tanggung jawab Tim untuk melakukan pembangunan secara swadaya sehingga dalam waktu dekat dapat segera dilakukan pembangunan sebagaimana diharapkan oleh Bapak Bupati Sumba Tengah.

Dalam rapat dimaksud anggota Dewan Dapil 1 Drs. Samuel S. Pekulimu menyampaikan bahwa “Perlu dukungan secara penuh bagi tokoh masyarakat dan pemilik lahan agar upaya Pemerintah daerah ini dapat berhasil, bukan hanya berhasil dalam artian secara administrative namun berhasil secara factual di lapangan, sebab program ini harus dirasakan secara baik oleh masyarakat.”

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika selaku Tim Pendamping juga menambahkan bahwa “ Tantangan terbesar kita saat ini adalah menghadapi musim tanam ke-II, oleh karena kondisi rencana penyediaan air yang masih dalam tahap perhitungan teknis Dinas terkait.(Doc. Dani/kominfo).