BUPATI SUMBA TENGAH RESMIKAN PEMBANGUNAN PLTS ENERGI TERBARUKAN (EBT) DI DESA MATAREDI DAN DESA MATAWOGA

WAIBAKUL, – Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) peresmian pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Mataredi dan Desa Matawoga, Selasa (19/04/2022).

Pembangunan PLTS ini dilaksanakan atas  kerjasama anatara Kepala Kedutaan Inggris dan A UK-Indonesia Low Carbon Energy PartnerShip  (MENTARI). Pembangunan dilakukan di dua tempat berbeda, yakni di Desa Mataredi dan Matawoga yang berada dalam satu lokasi Kecamatan yakni Kecamatan Katikutana 95 kWp.

Program MENTARI (Menuju Transisi Energi Rendah Karbon Indonesia) adalah bentuk kerjasama selama 4 (empat) tahun dalam pengembangan energi rendah karbon di Indonesia antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) Republik Indonesia dan Kedutaan Besar Inggris Jakarta.

Transisi Energi Rendah Karbon dapat membantu Indonesia mencapai tujuan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pengentasan kemiskinan, penyediaan listrik dan perubahan iklim. Program ini terdiri dari berbagai pilar/komponen kerja dalam Kebijakan, Perantara Investasi, demonstrasi Proyek, serta Kolaborasi & Berjejaring. Di samping itu, Program MENTARI mengarusutamakan Gender dan Inklusi dalam seluruh komponen dan kegiatan yang dilaksanakan.

Dalam sambutannya, Bupati Sumba Tengah mengatakan bersyukur kepada Tuhan, karena ini semua diawali dengan doa. “Ini karena Tuhan, Tuhan memberikan kemudahan kepada kita semua, tanpa kemudahan Tuhan, kita tidak bisa berbuat  apa-apa, sehingga intinya kita tidak hebat, tetapi diberikan kemampuan oleh Tuhan, sehingga kita bisa berbuat dengan hati tulus ikhlas seperti ini,” ungkap Bupati Sumba Tengah.

Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu Ketika memberikan sambutan pada kegiatan peletakan batu pertama (Groundbreaking) PLTS terpusat Energi Baru Terbarukan (EBT) di Desa Mataredi dan Matawoga, Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah, Senin(19/04/2022)

Hadirnya PLTS di UHN ini diharapkan tidak hanya menambah pasokan listrik untuk Desa Mataredi dan Matawoga, tetapi juga mendorong kreativitas dan inovasi bagi masyarakat, serta bisa memberikan harapan baru bagi Desa menuju Desa Digital(DEDI) dan Desa Wisata (DEWI).  “Pulau Sumba memiliki potensi wilayah yang sangat mendukung untuk pengembangan PLTS dimana pasokan energy baru terbarukan akan memberikan kebebasan kepada masyarakat di Desa untuk berkarya, saya percaya itu dan sangat percaya, apalagi energi kita tak habis-habis,” ujar Bupati Sumba Tengah.

“Dalam kesempatan ini juga kita tidak hanya melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) namun akan dilakukan penanam jahe dan serai, kami menyadari betul dalam situasi pandemi dan pada bulan puasa bagi kaum muslimin namun kita dapat melakukan kegiatan ini, kami sangat berterima kasih atas ketulusan dan kepedulian Mr. David dan Mr. Alex, Kementrian PDTT Bersama rombongan,” pungkas Bupati Sumba Tengah.

Lebih lanjut Bupati Sumba Tengah mengatakan bahwa “hanya dengan hati dan niat yang tulus sehingga Mr. David, jauh-jauh dari Inggris hanya untuk membangun energi baru terbarukan bagi masyarakat Mataredi dan Matawoga jika tidak maka hal itu tidak akan terjadi,” imbuh Bupati Sumba Tengah.

“BUMDES di dua Desa ini harus menjadi contoh bagi desa-desa lain, apa yang telah dibangun di desa ini harus betul-betul dijaga dengan baik agar dapat diwariskan kepada anak cucu kita. Program ini adalah program yang luar biasa yang perlu kita syukuri dihadapan hadirat Tuhan Yang Maha Esa,” lanjut Bupati Sumba Tengah.

“Dampingi kami hingga kami bisa mandiri dan membangun dari desa, melalui Desa Digital dan Desa Wisata. Sumba Tengah memiliki 34% angka kemiskinan dan hanya dengan melayani tulus ikhlas dan melayani orang miskin adalah suatu kemuliaan,” tutup Bupati Sumba Tengah.

Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu Ketika memberikan mahkota kepala orang Sumba kepada Mr. David sebagai tanda bahwa Mr.David telah menjadi bagian dari orang Sumba Tengah.

Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia (PDTT) Sofyan Hanafi mengatakan “groundbreaking pembangunan PLTS ini merupakan yang pertama di Sumba, Kehadiran PLTS ini bukan sebagai bisnis, tapi ini program akan membangun Desa Digital (DEDI) dan Desa Wisata (DEWI) dan hal itu membutuhkan listrik oleh karena itu energi baru dan terbarukan ini akan menjadikan desa berkembang dari apa yang dikembangkan di desa dipasarkan secara digital ke daerah luar,” ungkap Menteri PDTT.

“Cita-cita Kementrian PDTT Bersama Bupati Sumba Tengah untuk bisa menjadikan Desa sebagai sumber kesejahteraan, Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo mengatakan Membangun Indonesia dimulai dari Desa, bersyukurlah kita yang ada di Desa dan jangan mau kalah dengan orang kota jadi anak-anak muda yang baru lulus kuliah jangan cari pekerjaan di kota namun pulanglah ke desa dan jadilah direktur BUMDES. Di Desa memiliki banyak potensi namun tidak memahami cara memasarkan hasilnya ke daerah keluar,” lanjut Sofyan Hanafi.

“Dengan Internet kita akan mengetahui berbagai perkembangan dunia luar, kita akan membangun jaringan internet bersama BAKTI Kominfo guna mendukung program Kemendes PDTT, nanti akan diajarkan kepada masyarakat desa untuk memahami cara menjual potensi-potensi yang ada didalam desa. Belajarlah dan belajarlah dengan tidak kenal waktu sehingga muncul ide-ide baru di desa, apapun akan menjadi daya tarik dunia luar karena hal ini tidak dimiliki oleh daerah-daerah lain oleh karena itu mari dukung program Desa Digital (DEDI) dan Desa Wisata (Dewi),” tutup Kementrian PDTT.

Pada sambutan Mr. David mengatakan bahwa “ini kali kedua saya ke pulau Sumba, pertama kali ke Sumba untuk melihat potensi dari program ini dan Ketika kami mendiskusikan di Jakarta tentang program ini ternyata program ini sangat cocok di Pulau Sumba,” katanya.

Direktur Kementrian PDTT, Sofyan Hanafi Ketika memberikan sambutan pada kegiatan peletakan batu pertama (Groundbreaking) PLTS terpusat  Energi Baru Terbarukan (EBT) di Desa Mataredi dan Matawoga, Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah, Senin(19/04/2022)

“Pengadaan listrik melalui panel surya dan baterai ini dapat menumbuhkan sektor lain seperti bidang Pendidikan, kami berharap agar masyarakat merasa memiliki program MENTARI ini karena program ini adalah milik masyarakat,” lanjut Mr. David.

“Dalam skala Nasional kami juga bekerja dalam pilar kebijakan yang mana kami membantu Pemerintah Indonesia untuk mencapai target emisi dan target rendah karbon yang kami bantu melalui pilar kebijakan tersebut, kami juga melalui pilar investasi, membantu mempertemukan berbagai pemangku kepentingan baik dari developer maupun investor dan pemerintah untuk kemudian bekerja membangun program-program energi rendah karbon. Yang paling penting adalah program di Mataredi dan Matawoga ada di pusat program MENTARI, ini adalah sentral gravitasi dari program MENTARI dan program MENTARI ini dibangun di Sumba dan dari sinilah program MENTARI berasal,” imbuh Mr. David.

Kedutaan Besar Inggris, Mr. David Ketika memberikan sambutan pada kegiatan peletakan batu pertama (Groundbreaking) PLTS terpusat  Energi Baru Terbarukan (EBT) di Desa Mataredi dan Matawoga, Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah, Senin(19/04/2022)

“Masyarakat Mataredi dan Matawoga harus sangat bangga karena ini adalah hasil karya program MENTARI yang paling besar dan dilakukan di Sumba, hari ini adalah hari kebahagiaan kita bersama jadi mari kita rayakan dengan penuh sukacita bersama, ” tutup Mr. David.

Acara peletakan batu pertama pembangunan PLTS dihadiri British Embassy Jakarta, Bapak Alex Barton, Demontration Project Low Carbon Energy and Infrastructure, Ibu Linda Sari Ambarwati, Direktur Penyerasian Pembangunan Sarana dan Prasarana Kementrian Desa PDTT Republik Indonesia, Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan konsevasi Enegi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Kepala Devisi Layanan Telekomunikasi dan Informasi Informatika, Tim Leader MENTARI, Direktur Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial, Kepala Bappelitbangda Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Tengah, Para Staf Ahli  dan para Asisten Kabupaten Sumba Tengah, Kepala Bappelitbangda sedaratan Sumba, Forum Komunikasi Pimpinan, Kepala Kantor Kejaksaan Negeri Waikabubak, Koramil 1603, Kapolsek Katikutana, Pimpinan OPD Kabupaten Sumba Tengah, Camat katikutana, Kepala UPT SDM Sumba, dan Pimpinan PT. PLN Persero.

Acara peletakan batu pertama di akhiri dengan melakukan penanaman tanaman jahe dan serai serta kunjungan ke lokasi panel Energi Baru Terbarukan (EBT).

Diskominfo Sumba Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *