Bupati Sumba Tengah, Drs.Paulus S. K. Limu didampingi Wakil Bupati Sumba Tengah, Ir.Daniel Landa, Ketua DPRD Kabupaten Sumba Tengah, Drs. Tagela Ibisola, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sumba Tengah, Drs. Umbu Neka Lelung dan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sumba Tengah, Drs. Umbu Neka Jarawoli (Kamis, 08 Desember 2022)/foto dany

WAIBAKUL, – Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-XVI Kabupaten Sumba Tengah. Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka HUT ke-XVI Kabupaten Sumba Tengah dilaksanakan pada hari Kamis 08 Desember 2022, dipimpin oleh Ketua DPRD Drs. Bapak Tagela Ibisola dan dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati  Sumba Tengah, Wakil Ketua dan Anggota Anggota DPRD Kabupaten Sumba Tengah, FORKOMPINDA  serta para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se  Kabupaten Sumba Tengah.

Dalam sambutan, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sumba Tengah, Drs.Umbu Neka Djarawoli  mengajak kita bersyukur atas segala rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa atas waktu yang diberikan-Nya hingga saat ini Sumba Tengah telah mencapai usia ke 16 tahun, tentu hal ini bukanlah perjalanan yang mudah,  namun terdapat banyak perjuangan yang telah kita lakukan untuk membangun wilayah tercinta ini. Kini ketika telah memasuki usia yang ke 16 tahun, kita wajib mendeklarasikan perjuangan yang dirintis oleh para pejuang terdahulu untuk mempelopori berdirinya Kabupaten Sumba Tengah serta kita harus merasa bangga dan bahagia atas prospek pembangunan dan kemajuan daerah yang kita hasilkan saat ini.

Kegiatan lomba Paduan Suara dari unsur Gereja untuk memeriahkan HUT Sumba Tengah.

“Ada nada kerinduan hati bersama untuk mengenang dan mengandung makna atas momentum sejarah  dan momentum iman yaitu Perayaan HUT ke 16 Kabupaten Sumba Tengah yang nyaris bersamaan dengan hari kelahiran Juruselamat atau dikenal dengan hari Raya Natal, daerah ini lahir karena sebuah keniscahyaan karena kekuatan linear yang dimiliki oleh rakyat Sumba tengah saat itu untuk berdirinya Kabupaten Sumba Tengah sangat tidak sebanding dengan gelombang penolakan dan kekuatan formal yang ada, sejarah Sumba Tengah mencatat bahwa perjuangan pembentukan Kabupaten Sumba Tengah yang di nahkodai oleh tokoh masyarakat dan pemuda Sumba Tengah selalu diperhadapkan dengan tantangan internal dan eksternal yang sangat ekstrim dan bahkan dapat dikatakan bahwa perjuangan tersebut nyaris sia-sia, melalui momentum yang berbahagia dan bermartabat ini sekali lagi saya mengajak kita sekalian untuk meluangkan waktu sejenak untuk merenungi napak tilas perjuangan rakyat Sumba Tengah dalam memperjuangkan Kabupaten Sumba Tengah, perjuangan kita saat ini adalah melanjutkan harapan para pendiri Sumba Tengah dengan melakukan berbagai perubahan baik dari sisi Sumber Daya Manusia yang mampu berdaya saing dan pembangunan infrastruktur untuk menunjang segala bidang yang ada demi dan untuk kesejahteraan masyarakat Sumba Tengah, “ tutup Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sumba Tengah, Drs. Umbu Neka Djarawoli.

Bupati Sumba Tengah, membuka Kegiatan Touring Sepeda Motor yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat Sumba Tengah untuk memeriahkan HUT Sumba Tengah./foto Dany

Bupati Sumba Tengah menyampaikan bahwa Sumba Tengah memasuki usia yang ke-16, usia yang memang masih muda namun penuh tantangan dalam berbenah kearah yang lebih baik, fakta dengan lahirnya Kabupaten tercinta ini masih perlu pembenahan di berbagai bidang untuk mempersiapkan pondasi yang kokoh bagi daerah ini kedepannya, dalam rangka menghadapi kenyataan zaman yang lebih ketat, pondasi yang kuat akan mampu menopang berat bangunan, tidak goyah akan badai dan apapun yang melandanya, Sumba Tengah harus memiliki pondasi semangat perjuang lahirnya Kabupaten Sumba Tengah sebab merupakan bagian dari pondasi yang kokoh itu dimana kita yang melanjutkan perjuangan mereka saat ini. Dengan semangat energik dan dengan hati tulus untuk terus membangun daerah ini terus kita lakukan tanpa henti, perlu terus kita bangun sinergitas untuk dari berbagai stakeholder yang ada.

Sesuai tema hari ulang tahun Kabupaten Sumba Tengah tahun 2022 ini, mengambil tema “Dengan semangat membangun Sumba Tengah kita wujudkan Sumba Tengah yang lebih kuat.”

Persembahan Tarian Kataga Sumba Tengah oleh anak-anak pelajar SMA untuk pembukaan HUT Sumba Tengah./foto Dany

Gambaran umum 11 program strategis yakni “Program rumah mandiri, rumah layak huni yang bersumber dari dana desa (ADD) dan Sarana Air Bersih saat ini merupakan sebuah program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat Sumba Tengah, pengupayaan pembangunan yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat Sumba Tengah khususnya Oli Milla, secara signifikan adalah komitmen Pemerintah yang tidak lain merupakan pondasi yang diperjuangkan oleh para pejuang berdirinya Kabupaten tercinta ini, pada bidang pendidikan yang berkontribusi pada pembentukan karakter manusia di Sumba Tengah, Pemerintah telah mengeluarkan sejumlah anggaran guna memberi beasiswa bagi keluarga miskin atau tidak mampu, sejak tahun 2019 hingga 2022, jumlah mahasiswa yang memperoleh bantuan Pemerintah daerah berjumlah 1.831 orang, keberpihakan Pemerintah akan hal ini adalah untuk memenuhi target agar Sumba Tengah memiliki Sumber Daya Manusia Mampuni, selanjutnya Pemerintah telah menyelesaikan tahapan persiapan sekolah model dimana keberadaan sekolah ini akan menjadi tempat bagi anak-anak Sumba Tengah tumbuh dengan kwalitas pendidikan yang berkualitas tinggi. Pengembangan Kawasan Pariwisata di Sumba Tengah diharapkan memberikan kontribusi positip bagi anak-anak Sumba Tengah untuk menyikapi perubaham global dunia akan Tourism and Rural Development semua ini dilakukan untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bermartabat, berkarakter dan berguna bagi masa depan Sumba Tengah,” ujar Bupati pada sambutannya.

Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu, didampingi Wakil Bupati Sumba Tengah, Ir.Daniel Landa Ketika melakukan kegiatan pembasmian minuman keras (Miras) secara simbolis di depan Gedung DPRD Kabupaten Sumba Tengah pada perayaan HUT Sumba Tengah ke-16./foto dany

Bupati Sumba Tengah pun memaparkan tentang pengembangan 11 program strategis termasuk program nasional yakni Food Estate di Kabupaten Sumba Tengah adalah upaya Pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan yang dapat mengantisipasi kebutuhan komoditi makanan bagi masyarakat. Desa Mandiri Benih yang dikembangkan di beberapa desa, pada lahan seluas 40Ha telah menghasilkan benih padi yang unggul, begitupun dengan lahan jagung seluas 20 Ha memperoleh hasil panen yang cukup baik. Pada program desa mandiri perikanan, yang dikelola 67 kelompok dan tersebar di beberapa potensi air tawar untuk pengembangan ikan air tawar, telah dibangun kolam ikan sehingga total luas lahan 560m², jumlah kolam ikan berjumlah 652 unit hingga tahun 2022. Bantuan untuk nelayan didaerah pesisir telah diberikan 8 unit kapal viber dan 3 mesin kapal, hal ini dipandang perlu untuk memaksimalkan permintaan pasar dan konsumen. Pada sektor  perkebunan telah dikembangkan kopi, coklat, cengkeh pada lahan seluas 30Ha, lalu pada program desa mandiri ketahanan pangan telah dioptimalisasi pengembangan kaliwu secara khusus pengembangan keladi bentol. Desa mandiri pariwisata tentu tidak kala penting untuk menarik daya tarik Kawasan pariwisata terintegrasi seperti yang akan dikembangkan di desa ngadu olu tepatnya di lokurata dengan memperhatikan 2 aspek penting yaitu akomodasi dan infrastruktur di lokasi.  Rumah mandiri dan rumah layak huni yang menjadi program setiap tahun, baik dari tingkat kabupaten dan desa, dirasakan benar-banar oleh masyarakat yang tidak memiliki rumah layak huni. Sejak tahun 2019 hingga tahun 2022, telah tercatat 4.294 unit rumah yang telah dibangun dan dihuni. Begitupun bantuan dari Bank NTT melalui program CSR, terdapat 5 unit rumah guna membantu masyarakat miskin yang belum memiliki rumah atau tidak mampu.

Program air bersih yang kini sangat dirasakan masyarakat Sumba Tengah, secara khusus didaerah-daerah yang kesulitan akan air bersih. Berdasarkan capaian program ketersediaan air bersih, tercatat 3.138 unit untuk ketersediaan kran umum dan sambungan rumah, sedangkan hidram umum berjumlah 24 unit dan akan terus dikembangkan, seperti SPAM Wailiang yang berlokasi di desa Anajiaka, diperkirakan dapat melayani masyarakat sekitar, dipastikan 250-300 unit kran umum dan sambungan rumah. Sampai dengan tahun 2022, jumlah masyarakat yang terlayani air bersih mencapai 61.859 jiwa atau 69,96% dan yang belum terlayani air bersih berkisar 26.321 jiwa. Pada sektor Pendidikan telah dilakukan pemberian beasiswa bagi siswa-siswi yang berasal dari keluarga miskin, sejak tahun 2019-202, pemerintah telah mengucurkan dana 17 Milyar lebih untuk membantu 1.831 orang Mahasiswa. Penanganan stunting terus dilakukan oleh pemerintah, dengan prospek penurunan yang signifikan dan ini berkat kerja keras dan kesatuan kita semua, tutup Bupati Sumba Tengah.

Harapan Pemerintah terhadap 11 program strategis Bupati Sumba Tengah diyakini mampu menjawab persoasalan konsumsi rumah tangga dan menekan angka kemiskinan di Kabupaten Sumba Tengah, yang kini berada pada 32,51% dari 34%, selain itu dengan adanya 11 program ini juga dapat menjawab berbagai persoalan kemiskinan di Sumba Tengah. Pada peringatan hari ulang tahun Sumba Tengah ke 16 dilakukan berbagai kegiatan untuk memeriahkannya, seperti kegiatan lomba paduan suara,  lomba dance, Touring sepeda motor trail, pentas seni tarian budaya khas Sumba Tengah (kataga) dan masih banyak lagi kegiatan lainnya. (Diskominfo_Dn)

SIDANG PARIPURNA ISTIMEWA DALAM RANGKA HUT KABUPATEN SUMBA TENGAH KE-XVI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Our Visitor

0 2 3 0 2 3
Users Today : 12
Users Yesterday : 21
Users Last 7 days : 238
Users Last 30 days : 510
Users This Month : 509
Users This Year : 1287
Total Users : 23023
Views Today : 19
Views Yesterday : 44
Views Last 7 days : 403
Views Last 30 days : 1025
Views This Month : 1017
Views This Year : 2876
Total views : 50423
Who's Online : 0
Your IP Address : 3.238.250.73
Server Time : 2023-03-23