MAKATUL | Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah menjalin kerja sama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang implementasi Cash Management System (CMS) dalam Sistem Keuangan Desa Online (Siskeudes Online).

Bupati Sumba Tengah Drs. Paulus S. K. Limu resmi menandatangani MoU dengan Plt. Direktur Utama Bank NTT Yohanes Landu Praing menerapkan Aplikasi Cash Management System Siskeudes Online sebagai terobosan baru untuk terus berkomitmen meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa. . Acara tersebut berlangsung di ruang rapat Bupati Sumba Tengah pada Jumat (14/3/2025).
Kegiatan ini dihadiri Komisaris Independen Bank NTT Frans Gana, Kepala Divisi Corsec Bank NTT, Pimpinan Bank NTT se-Sumba, Sekretaris Daerah Sumba Tengah, para Staf Ahli, para Asisten serta beberapa Pimpinan Perangkat Daerah terkait.

Implementasi Siskeudes Online yang terintegrasi dengan Cash Management System (CMS) ini diharapkan dapat mempermudah proses administrasi keuangan desa, mulai dari pencatatan hingga pelaporan, sehingga mengurangi potensi penyalahgunaan anggaran serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana desa.
Plt. Direktur Utama Bank NTT, Yohanes Landu Praing dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Sumba Tengah atas inisiatif ini.

“Kami sangat mengapresiasi Bapak Bupati yang telah menjalin kerja sama dengan Bank NTT. Dengan implementasi sistem ini, kami berharap pengelolaan keuangan desa semakin transparan, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Kedepan Bank NTT akan terus berkolaborasi dan bersinergi dengan Pemkab Sumba Tengah melalui program CSR guna mendukung program prioritas yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan Sumber Daya Manusia.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sumba Tengah Arpud U. R. Mangalema, S.Pd mengatakan dirinya menyambut baik dan mendukung penuh atas dilaksanakannya penandatanganan MoU tersebut.
Dirinya berharap Bank NTT juga dapat terus memberikan penyertaan modal.
“Memang, jika semua daerah sepakat untuk membuat peraturan daerah (perda) yang mengatur tentang penyertaan modal, hal ini dapat berdampak positif terhadap peningkatan laba dan kemandirian keuangan daerah. Penyertaan modal yang dikelola dengan baik dapat mendorong perkembangan usaha atau investasi yang dapat menghasilkan pendapatan tambahan bagi daerah. Namun, penting juga untuk memperhatikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan penyertaan modal tersebut agar tujuan peningkatan laba dan kemandirian finansial dapat tercapai dengan optimal.” Ujarnya.




Bupati Sumba Tengah Drs. Paulus S. K. Limu dalam arahannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih Siskeudes bisa terwujud di Sumba Tengah.
Ia berharap sistem ini akan membawa dampak yang baik dalam pengelolaan dana desa berbasis digital sehingga transparansi, ketepatan dan keakuratan data yang disampaikan dan akuntabilitas atau kepercayaan pengelolaan keuangan desa bisa dipertanggungjawabkan secara baik dan benar.
Tidak lupa, dirinya menyampaikan terima kasih melalui program CSR yang telah diberikan oleh Bank NTT selama ini untuk membantu dan mendukung program prioritas Pemda Sumba Tengah seperti Rumah Mandiri, Beasiswa Abadi dan Air bersih.