KUPANG | Wakil Bupati Sumba Tengah, M. Umbu Dhoka, S.Hut.,M.Si, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dan para Kepala Daerah se-NTT yang berlangsung di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT, Sabtu (15/3/2025).
Rapat tersebut membahas berbagai program strategis sektor kesehatan, termasuk upaya penanggulangan stunting dan program cek kesehatan gratis.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta para Kepala Daerah di NTT agar membantu Percepatan Pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis.
Menkes Budi mengatakan, program ini menjadi sejarah di Indonesia. Sebab menjadi pertama dan paling banyak sasaran. Mirip dengan program imunisasi saat covid-19. Cek kesehatan gratis menyasar semua masyarakat Indonesia.
Selain itu, Rakor ini juga membahas salah satu agenda utama yaitu penanggulangan stunting yang masih menjadi tantangan besar di NTT.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, angka stunting di NTT mencapai 37,9%, menjadikannya provinsi dengan prevalensi tertinggi kedua di Indonesia setelah Papua Tengah.
Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa isu stunting bukan hanya permasalahan kesehatan, tetapi juga berdampak pada kualitas sumber daya manusia (SDM) di NTT.
“Kami berkomitmen untuk menurunkan angka stunting dengan langkah-langkah strategis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Salah satu program unggulan kami adalah Posyandu Tangguh, yang menjadi bagian dari Quick Win dalam 100 hari kerja pertama pemerintahan kami,” ujar Melki.
Dalam kesempatan yang sama, Menkes Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebagai upaya preventif daripada sekadar mengobati.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Menkes juga memperkenalkan program cek kesehatan gratis yang menjadi salah satu kebijakan unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini ditargetkan menjangkau 280 juta penduduk Indonesia dalam tiga tahun mendatang.
“Saat ini sudah ada lebih dari 640 ribu masyarakat yang mengikuti program ini, dengan rata-rata 55 ribu pemeriksaan per hari. Target kami adalah mencapai 300 ribu pemeriksaan harian sehingga semua warga bisa mengakses layanan kesehatan secara gratis,” jelas Budi.
Menkes juga meminta seluruh kepala daerah di NTT untuk memastikan program ini berjalan optimal di setiap Puskesmas.
Selain membahas stunting dan cek kesehatan gratis, rapat koordinasi ini juga menggarisbawahi komitmen pemerintah pusat dalam meningkatkan fasilitas kesehatan di NTT.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur kesehatan di NTT adalah bagian dari strategi pemerataan layanan kesehatan nasional.
“Kami ingin memastikan masyarakat di daerah terpencil juga mendapat layanan kesehatan yang setara dengan daerah lain di Indonesia, ” Ujarnya.
Sementara itu, Gubernur NTT dan Wakil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena – Johni Asadoma menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) karena membangun dua rumah sakit baru di Nusa Tenggara Timur.
Pasalnya, pembangunan dua rumah sakit tersebut di tengah efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Dua rumah sakit ini masing-masing akan dibangun di Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Sumba Barat Daya.
“Pembangunan rumah sakit ini bukan sekadar proyek fisik, tapi investasi untuk masa depan NTT. Dengan adanya dua rumah sakit besar ini, masyarakat NTT kini memiliki akses lebih baik terhadap layanan kesehatan berkualitas. Tidak perlu lagi pergi jauh ke luar daerah untuk mendapatkan perawatan medis yang memadai.” Ujar Menkes Budi.
Wakil Bupati Umbu Djoka mengungkapkan dirinya hadir mengikuti rakor tersebut menunjukkan keseriusan dan komitmennya untuk memperbaiki dan meningkatkan akses layanan kesehatan yang lebih baik di Kabupaten Sumba Tengah. “Kami ingin memastikan masyarakat di daerah terpencil seperti di Sumba Tengah juga mendapat layanan kesehatan yang setara dengan daerah lain di Indonesia. Dihadapan Menkes, Gubernur dan Peserta Rakor lainnya, Umbu Djoka menyampaikan usulan di antaranya Kemenkes dapat mempertimbangkan untuk menaikkan status rumah sakit umum daerah Waibakul dari status D menjadi status C, usulan berikutnya, Ia meminta agar dapat dibangun rumah sakit pratama di wilayah pantura Sumba Tengah untuk lebih mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang berada di wilayah yang terisolir.” Ujarnya.
Lebih lanjut Umbu Djoka mengungkapkan bahwa Sumba Tengah masih memerlukan dukungan dan bantuan lebih dalam hal fasilitas kesehatan dan tenaga medis. Ia berharap melalui rakor ini, pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Kesehatan dapat memberikan perhatian yang sungguh terhadap kebutuhan daerahnya. Ia menyampaikan apresiasi kepada Menteri Kesehatan dan seluruh peserta rakor atas komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di NTT pada umumnya dan Sumba Tengah pada khususnya.






