MAKATUL | Bupati Sumba Tengah Drs. Paulus S. K. Limu menjadi Pembina Upacara Kesadaran yang dirangkai dengan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-51 Persatuan Perawat Nasional Indonesia tahun 2025 bertempat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Sumba Tengah, Senin (17/3/2025).
Upacara Kesadaran diikuti oleh Sekretaris Daerah, para Staf Ahli, para Asisten, Pimpinan Perangkat Daerah, Pejabat Struktural dan Pejabat Fungsional, Staf ASN, PPPK, Tenaga Kontrak Daerah serta Ketua dan Anggota Persatuan Perawat Nasional Indonesia tingkat Kabupaten Sumba Tengah.
Dalam arahannya, Bupati Paulus menegaskan kesadaran menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara) mengingatkan bahwa menjadi ASN adalah pilihan hidup yang memerlukan komitmen dan konsistensi. Sebagai pelayan masyarakat, seorang ASN harus disiplin dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Perjanjian Kinerja menjadi acuan yang memberikan motivasi dan arah dalam setiap tindakan yang diambil, agar tetap fokus dan mencapai tujuan yang diinginkan.

Loyalitas adalah bagian dari sistem yang mengikat setiap ASN, yang mencakup segala konsekuensi dalam melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Salah satu contoh konkret dari komitmen ini adalah pelaksanaan apel pagi maupun apel sore sebagai bagian dari sistem yang mengajarkan kedisiplinan.

Menjadi aparatur sipil negara adalah pilihan hidup yang tidak hanya membutuhkan keterampilan profesional, tetapi juga sikap melayani dengan rendah hati, serta kemampuan untuk terus bertumbuh dan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.
Pengabdian yang telah diberikan selama ini di Sumba Tengah, yang telah menghadirkan pelayanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat. Terima kasih atas cinta dan kasih yang diberikan kepada masyarakat Sumba Tengah.

Menurut Bupati, ada 4 (empat) hal penting yang harus dimiliki oleh setiap perawat yakni :
1. Kesehatan Fisik dan Mental
Perawat harus menjaga kesehatan tubuh dan jiwa. Tanpa kesehatan, perawat tidak akan mampu merawat orang lain. Oleh karena itu, menjaga kesehatan diri sendiri adalah prioritas utama.
2. Pengetahuan yang Terus Ditingkatkan
Pengetahuan di bidang kesehatan harus selalu diperbarui dan ditingkatkan. Pendidikan formal perawat harus terus ditingkatkan karena kualitas sumber daya manusia (SDM) perawat akan sangat mempengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan.
3. Kemampuan yang terus dikembangkan
Perawat perlu mengikuti pendidikan dan pelatihan tambahan seperti Bimbingan Teknis (Bimtek) dan pelatihan lainnya. Laporan mengenai jumlah perawat yang telah mengikuti Bimtek dan pelatihan lainnya perlu dicatat untuk memastikan peningkatan kompetensi perawat secara berkelanjutan.
4. Integritas yang Tinggi
Integritas adalah hal yang sangat penting. Hati, pikiran, dan sikap perawat harus selalu sejalan dan memiliki standar yang tinggi. Integritas yang baik akan membangun kepercayaan masyarakat terhadap profesi perawat.
Semoga perawat di Sumba Tengah terus memberikan pelayanan terbaik dan tetap menjadi teladan dalam dedikasi dan pelayanan.
Bupati Paulus berkomitmen untuk mengeliminasi malaria dengan target rasio 1:1.000 pada tahun 2025, dan semoga pada akhir tahun ini, Sumba Tengah sudah bebas dari malaria. “Kita semua harus memastikan jaminan dan kualitas hidup masyarakat Sumba Tengah dengan menjadikan bebas malaria sebagai prioritas utama.” Ujar Bupati.

Selain itu, dalam hal penurunan stunting, Sumba Tengah menargetkan angka stunting yang saat ini berada di angka 14 persen, dapat diturunkan menjadi di bawah 5 persen pada akhir tahun ini. “Keberhasilan ini membutuhkan kerjasama, kekompakan, serta tekad dan semangat bersama untuk memberikan pelayanan terbaik guna menurunkan angka stunting. Semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan terlibat dan berkontribusi langsung di setiap desa untuk menangani stunting melalui program Bapa/Ibu Asuh. Saya mengajak kita semua untuk bersatu dalam upaya ini demi masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus Sumba Tengah.” Ujarnya.










