MADERI | Bupati Sumba Tengah Drs. Paulus S. K. Limu menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Tahun 2026 di tingkat Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat pada Kamis (20/3/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Paulus mengingatkan bahwa pelaksanaan pilkada telah berjalan dengan baik, dan telah ada pemimpin yang ditetapkan dan diberkati oleh Tuhan. Ia menekankan bahwa saat ini, masyarakat lebih membutuhkan pelayanan daripada terjebak dalam situasi politik.

Bupati menegaskan bahwa pelaksanaan Musrenbang ini berdasarkan pada beberapa undang-undang penting, yaitu :
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Sumba Tengah.
Bupati Paulus juga mengungkapkan bahwa masalah utama di daerah adalah kemiskinan yang masih berada pada angka 31%.
“Sumba Tengah masih masuk dalam kategori kabupaten tertinggal. Namun, dengan kreativitas dan inovasi, daerah ini harus bisa bangkit. Dalam lima tahun terakhir, kemiskinan berhasil kita turunkan dari 36% menjadi 31% meski banyak tantangan, seperti pandemi COVID-19, krisis pangan global, dan bencana alam”, ujarnya.

Bupati optimis dengan target kemiskinan 10% dapat diturunkan dalam lima tahun ke depan karena itu harus optimisme dan penuh semangat untuk mencapai perubahan yang signifikan.
Bupati mengingatkan bahwa visi nasional “Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045” dan visi NTT “NTT Bangkit Menuju Masyarakat Sejahtera” harus diselaraskan dengan program-program strategis daerah. Program ketahanan pangan menjadi prioritas nasional, dan akan dilaksanakan program makan bergizi gratis pada Mei mendatang dengan target untuk 3.500 anak.




Kaitan ketahanan pangan Bupati meminta agar fokus pada peningkatan produksi pertanian di Sumba Tengah mengingat daerah ini akan menjadi penyangga ketahanan pangan nasional.
Selain itu, Pembentukan koperasi merah putih sebagai langkah penting untuk memperkuat ekonomi lokal.
Program prioritas berikut yang disampaikan Bupati yaitu target beasiswa untuk 1.000 orang per tahun, dengan total 5.000 beasiswa selama lima tahun.

Kaitan Pengelolaan Dana Desa akan dikelola dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan real-time menggunakan Siskeudes. Pengelolaan dana desa juga akan dipantau oleh Kejaksaan.
Kaitan Penanggulangan Stunting akan menjadi prioritas intervensi terhadap 949 kasus stunting dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di daerah dalam melakukan pendampingan dan pengawasan minimal tiga anak untuk mengurangi prevalensi stunting. Targetnya adalah menurunkan angka stunting di bawah 5% dari angka saat ini 14%.

Program Eliminasi Malaria, dikatakan Bupati bahwa Kabupaten Sumba Tengah hampir bebas dari malaria pada tahun ini dan akan dibentuk tim untuk mengawasi eliminasi malaria, yang terdiri dari perangkat daerah dan kepala desa.
Diakhir sambutannya, Bupati Paulus mengajak seluruh pihak dan masyarakat untuk berkolaborasi, bersinergi, dan bekerja bersama, guna mewujudkan tujuan pembangunan yang telah ditetapkan.
“Musrenbang ini menjadi langkah penting dalam memastikan bahwa setiap program pembangunan daerah 2026 berjalan sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat”. Ujar Bupati.
Sebelum meninggalkan tempat Musrenbang, Bupati bersama rombongan meninjau pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus melakukan pengecekan kesehatan serta meninjau stand kuliner masyarakat dan membeli berberapa produk lokal masyarakat.

Sumber: Protokol dan komunikasi Pimpinan