Pendidikan
Tingkatkan Mutu Pendidikan Dasar, Dinas PPO Sumba Tengah Gandeng YLAI Gelar Pelatihan Membaca Berimbang Bagi Guru dan Kepsek
29 Juli 2026
5 views
WAIBAKUL (Diskominfo) — Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (PPO) terus berkomitmen memperkuat fondasi pendidikan dasar. Bertempat di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Sumba Tengah, Dinas PPO bekerja sama dengan Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI) menyelenggarakan Pelatihan Program Membaca Berimbang (PMB) bagi guru kelas awal (kelas 1, 2, dan 3) serta para Kepala Sekolah Dasar.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak Senin hingga Rabu (27–29 Juli 2026) ini, secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas PPO Kabupaten Sumba Tengah, Dominikus Siliwolu, S.Pd. Turut mendampingi dalam pembukaan acara tersebut Kepala Bidang PPO, Stepanus Ndapamerang, S.Kom., M.M., Penanggung Jawab Utama Program Manager YLAI Sumba Tengah, Benny Johan, serta Mentor Training & MERL Coordinator YLAI, Eka Yuliati.
Tantangan Literasi Nasional & Daerah: Data UNESCO menunjukkan indeks literasi Indonesia baru mencapai 0,001%. Sementara itu, asesmen TKA tahun 2026 di Kabupaten Sumba Tengah mencatat indikator literacy skill murid masih berada di bawah standar ketuntasan. Penguasaan literasi dasar yang kokoh menjadi prasyarat mutlak untuk meningkatkan kemampuan numerasi dan keterampilan belajar anak pada tahap berikutnya.
Tingkatkan Kapasitas Tenaga Pendidik dan Pendampingan Berkelanjutan
Pelatihan ini melibatkan para pendidik dan kepala sekolah dari tujuh sekolah dasar penerima manfaat program. Fokus utama dari kegiatan ini adalah memperkuat kapasitas guru dalam menerapkan metode pembelajaran membaca yang terstruktur, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan psikologis anak di kelas awal.
Dalam arahannya, Sekretaris Dinas PPO, Dominikus Siliwolu, S.Pd., menegaskan pentingnya perubahan mindset di kalangan pendidik. Menurutnya, guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu hafalan, melainkan wajib mendampingi tumbuh kembang anak secara holistik.
“Peran guru bukan sekadar memberikan ilmu dan hafalan, melainkan mendidik setiap murid agar mampu mencapai potensi terbaiknya serta menjaga standar yang tinggi dalam proses belajar. Pendidikan bermutu harus berpusat pada perkembangan anak.”
— Dominikus Siliwolu, S.Pd., Sekretaris Dinas PPO Sumba Tengah
Dominikus juga menekankan pentingnya keberadaan Fasilitator Daerah (Fasda) sebagai aset strategis peningkatan mutu pendidikan. Pemerintah Daerah berencana melebagakan peran Fasda melalui Surat Keputusan (SK) resmi agar dampak pengimbasan praktik baik literasi ini tidak berhenti di sekolah sasaran, tetapi menyebar luas ke sekolah-sekolah lain di Kabupaten Sumba Tengah. Ia juga berharap ke depan program literasi dapat dikembangkan secara berkesinambungan hingga kelas tinggi (kelas 4–6).
Kemitraan Strategis Pemda dan YLAI Didukung UBS
Program Membaca Berimbang ini merupakan bagian dari kemitraan berkelanjutan selama tiga tahun antara Pemda Kabupaten Sumba Tengah dan YLAI, dengan dukungan penuh dari UBS (Union Bank of Switzerland). YLAI sendiri merupakan organisasi nirlaba yang berfokus pada pengembangan budaya baca anak-anak sejak tahun 2014 melalui penyediaan metode pengajaran inovatif, penyediaan buku cerita anak berkualitas, dan pendampingan perpustakaan sekolah.
Penanggung Jawab Utama Program YLAI Sumba Tengah, Benny Johan, menjelaskan bahwa pada tahun 2026, YLAI memfokuskan program pendampingan di dua kabupaten se-Pulau Sumba, yakni Sumba Tengah dan Sumba Timur.
“Untuk Sumba Tengah, terdapat tujuh sekolah sasaran yang mendapatkan pelatihan intensif. Kami juga menambahkan tiga fasilitator baru untuk mengawal keterlaksanaan program di lapangan. Pendampingan ini terbukti memberikan rekam jejak capaian yang sangat positif,” jelas Benny.
Benny menambahkan bahwa kolaborasi ini juga dirancang untuk memperkuat wadah Kelompok Kerja Guru (KKG) sebagai sarana peningkatan kapasitas berkelanjutan bagi para guru dan Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab utama di unit pendidikan masing-masing.
Mewujudkan Generasi Emas Sumba Tengah
Sinergi lintas sektor antara Pemda Sumba Tengah, Dinas PPO, Dinas Perpustakaan, YLAI, serta pihak sekolah diharapkan mampu menjawab tantangan rendahnya minat baca serta meningkatkan kemampuan dasar siswa. Melalui penerapan Program Membaca Berimbang, anak-anak kelas awal diharapkan tidak hanya sekadar bisa mengeja, tetapi mampu memahami bacaan sebagai bekal belajar mandiri di masa depan.
Dengan fondasi literasi yang kokoh sejak dini, Kabupaten Sumba Tengah optimis dapat melahirkan generasi muda yang cerdas, kritis, kreatif, serta siap menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak Senin hingga Rabu (27–29 Juli 2026) ini, secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas PPO Kabupaten Sumba Tengah, Dominikus Siliwolu, S.Pd. Turut mendampingi dalam pembukaan acara tersebut Kepala Bidang PPO, Stepanus Ndapamerang, S.Kom., M.M., Penanggung Jawab Utama Program Manager YLAI Sumba Tengah, Benny Johan, serta Mentor Training & MERL Coordinator YLAI, Eka Yuliati.
Tantangan Literasi Nasional & Daerah: Data UNESCO menunjukkan indeks literasi Indonesia baru mencapai 0,001%. Sementara itu, asesmen TKA tahun 2026 di Kabupaten Sumba Tengah mencatat indikator literacy skill murid masih berada di bawah standar ketuntasan. Penguasaan literasi dasar yang kokoh menjadi prasyarat mutlak untuk meningkatkan kemampuan numerasi dan keterampilan belajar anak pada tahap berikutnya.
Tingkatkan Kapasitas Tenaga Pendidik dan Pendampingan Berkelanjutan
Pelatihan ini melibatkan para pendidik dan kepala sekolah dari tujuh sekolah dasar penerima manfaat program. Fokus utama dari kegiatan ini adalah memperkuat kapasitas guru dalam menerapkan metode pembelajaran membaca yang terstruktur, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan psikologis anak di kelas awal.
Dalam arahannya, Sekretaris Dinas PPO, Dominikus Siliwolu, S.Pd., menegaskan pentingnya perubahan mindset di kalangan pendidik. Menurutnya, guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu hafalan, melainkan wajib mendampingi tumbuh kembang anak secara holistik.
“Peran guru bukan sekadar memberikan ilmu dan hafalan, melainkan mendidik setiap murid agar mampu mencapai potensi terbaiknya serta menjaga standar yang tinggi dalam proses belajar. Pendidikan bermutu harus berpusat pada perkembangan anak.”
— Dominikus Siliwolu, S.Pd., Sekretaris Dinas PPO Sumba Tengah
Dominikus juga menekankan pentingnya keberadaan Fasilitator Daerah (Fasda) sebagai aset strategis peningkatan mutu pendidikan. Pemerintah Daerah berencana melebagakan peran Fasda melalui Surat Keputusan (SK) resmi agar dampak pengimbasan praktik baik literasi ini tidak berhenti di sekolah sasaran, tetapi menyebar luas ke sekolah-sekolah lain di Kabupaten Sumba Tengah. Ia juga berharap ke depan program literasi dapat dikembangkan secara berkesinambungan hingga kelas tinggi (kelas 4–6).
Kemitraan Strategis Pemda dan YLAI Didukung UBS
Program Membaca Berimbang ini merupakan bagian dari kemitraan berkelanjutan selama tiga tahun antara Pemda Kabupaten Sumba Tengah dan YLAI, dengan dukungan penuh dari UBS (Union Bank of Switzerland). YLAI sendiri merupakan organisasi nirlaba yang berfokus pada pengembangan budaya baca anak-anak sejak tahun 2014 melalui penyediaan metode pengajaran inovatif, penyediaan buku cerita anak berkualitas, dan pendampingan perpustakaan sekolah.
Penanggung Jawab Utama Program YLAI Sumba Tengah, Benny Johan, menjelaskan bahwa pada tahun 2026, YLAI memfokuskan program pendampingan di dua kabupaten se-Pulau Sumba, yakni Sumba Tengah dan Sumba Timur.
“Untuk Sumba Tengah, terdapat tujuh sekolah sasaran yang mendapatkan pelatihan intensif. Kami juga menambahkan tiga fasilitator baru untuk mengawal keterlaksanaan program di lapangan. Pendampingan ini terbukti memberikan rekam jejak capaian yang sangat positif,” jelas Benny.
Benny menambahkan bahwa kolaborasi ini juga dirancang untuk memperkuat wadah Kelompok Kerja Guru (KKG) sebagai sarana peningkatan kapasitas berkelanjutan bagi para guru dan Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab utama di unit pendidikan masing-masing.
Mewujudkan Generasi Emas Sumba Tengah
Sinergi lintas sektor antara Pemda Sumba Tengah, Dinas PPO, Dinas Perpustakaan, YLAI, serta pihak sekolah diharapkan mampu menjawab tantangan rendahnya minat baca serta meningkatkan kemampuan dasar siswa. Melalui penerapan Program Membaca Berimbang, anak-anak kelas awal diharapkan tidak hanya sekadar bisa mengeja, tetapi mampu memahami bacaan sebagai bekal belajar mandiri di masa depan.
Dengan fondasi literasi yang kokoh sejak dini, Kabupaten Sumba Tengah optimis dapat melahirkan generasi muda yang cerdas, kritis, kreatif, serta siap menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia.