KUNJUNGAN KERJA RESES KOMISI IV DPR RI, MASA SIDANG TAHUN 2021-2022 KE KABUPATEN SUMBA TENGAH PROVINSI NTT.

WAIBAKUL,Dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan terhadap program nasional melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang bertujuan untuk mengantisipasi kekurangan cadangan pangan dan menjaga kestabilan pangan (Food Estate) bagi masyarakat Sumba Tengah, Komisi IV DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Reses Masa sidang Tahun 2021-2022 ke Provinsi Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Kabupaten Sumba Tengah (13/7/2022).

Rombongan yang dipimpin oleh Ibu Teti Rohatiningsih dari Fraksi Partai Golkar, Bapak I Made Urip dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Bapak Endro Harmono dari Fraksi Partai Gerindra, Bapak Sulaiman Hamzah dari Fraksi Partai Nasdem dan Ibu Julie Sutrisno Laiskodat dan Bapak dr. Edwar Tannur dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa bersama dengan Dirjen Pangan dr. Suwandi, M.Si, Dirjen Pengendalian DAS dan Rehabilitasi Hutan Ibu Dyah Murtiningsih, M.Hum, Direktur Irigasi Pertanian Ir. Rahmanto, M.Sc,  Direktur Iuran dan Penatausahaan Hasil Hutan, Direktur Penyelesaian Sengeketa Lingkungan Hidup, Direktur Pengawasan Pengelolaan sumberdaya, Direktur Human Capital, Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha, Direktur Keuangan dan Umum, Para Sekretaris Komisi IV DPR RI dan Para Forkopimda Sumba Barat.

Seusai pertemuan di rumah jabatan wakil Bupati Sumba Tengah, dimana Sekretaris Daerah Drs.Umbu Eda Pajangu, M.Si yang bertindak sebagai tuan rumah dan menerima kunjungan tersebut lalu dilanjutkan ke Desa Umbu Pabal Selatan sebagai salah satu lokasi Food estate. Dalam kesempatan tersebut dr. Edwar Tannur menyampaikan beberapa catatan penting dalam kunjungan nya ke lahan Food Estate diharapkan dapat mengatasi persoalan kemiskinan dengan menggunakan konsep pengembangan pangan yang terintegrasi antara pertanian, perkebunan dan peternakan dimana berada dalam satu Kawasan. Berdasarkan data yang diperoleh luas lahan food estate per 2021 adalah 10.000 Ha dengan rincian 5.400 Ha untuk Kawasan persawahan dan 4.600 untuk pengembangan tanaman jagung dan peternakan.

Pada tahun 2021 Sumba Tengah mampu memproduksi 6.3 ton dalam 1 Ha. Sebelum adanya program food estate masyarakat sumba tengah hanya mampu panen 2-3 kali lipat, yaitu 1000-1500 karung dalam 1 Ha.  disamping itu juga semenjak program food estate ada, petani mendapat bibit padi, alsintan, pupuk, bibit jagung dan kelapa serta ternak itik. Namun ada satu kendala utama bagi program food estate di Sumba Tengah yaitu saluran irigasi untuk lahan pertanian sehingga menyebabkan panen hanya dapat dilakukan 1 kali dalam setahun, belum lagi persoalan hama belalang kumbara yang menjadi permasalahan dan harus segera diselesaikan oleh seluruh kalangan stakeholder yang ada di pulau Sumba. Oleh karena itu kami mengumpulkan stakeholder agar dapat memberikan solusi bagi pemerintah daerah maupun masyarakat Sumba Tengah terkait dengan permasalahan tersebut.

D_n   DiskominfoSumbaTengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *