WAIKABUBAK | Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan program prioritas nasional akan segera dilaksanakan.
Berkaitan dengan itu, Bupati Sumba Tengah Drs. Paulus S. K. Limu didampingi Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas PPO, Kepala Kesbangpol dan Kepala Bagian Prokopim melakukan pertemuan dengan Pihak Dapur Mandiri Yayasan Ronita Peduli Kasih di Waikabubak, Kamis (20/3/2025).

Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah sedang mempersiapkan segala kebutuhan untuk suksesnya pelaksanaan program ini termasuk mensuplai bahan pokok makanan. Saat ini Pemda sudah menyiapkan lokasi dapur yang berada di Waisumar, Desa Umbu Riri, Kecamatan Katiku Tana untuk memulai program ini yang akan diawali persiapan lahan pada awal bulan meliputi pembersihan lokasi pembangunan dapur.
Pemilik Dapur Mandiri Yayasan Ronita Peduli Kasih Anita Mahenu menuturkan, idealnya program ini dilaksanakan pada bulan Agustus, bertepatan dengan tahun ajaran baru. Hal ini memberi waktu yang lebih maksimal dalam mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk menyediakan bahan pangan dari Sumba Tengah untuk mendukung keberlanjutan program.

Anita menjelaskan bahwa semua prosedur persiapan akan dilakukan secara bertahap dan terukur, mulai dari pengolahan makanan, pengepakan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah. Proses pengepakan makanan dimulai pada pukul 03.00 pagi, kemudian didistribusikan pada pukul 07.00 pagi, dan diharapkan makanan sudah bisa disantap oleh anak-anak pada pukul 08.00 pagi.
Dirinya menekankan pentingnya pembangunan dapur dengan memperhatikan kondisi dan kebersihan lingkungan, agar tidak menimbulkan sampah atau limbah. Setiap dapur yang dibangun akan melayani sekitar 3.500 anak, dan program ini diharapkan memberikan dampak besar bagi masyarakat, seperti menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan permintaan bahan baku pangan seperti sayur-sayuran, ikan cakalang, ikan tuna, daging ayam, telur, dan buah-buahan.
Dalam persiapan, kualitas makanan menjadi perhatian utama, Proses pengepakan makanan akan memakan waktu 4-5 jam.
Selain itu, semua petugas dapur harus mengikuti Standar Operasi Prosedur (SOP), yang mencakup penggunaan peralatan lengkap dan masker ketika memulai aktifitas untuk menjaga kebersihan.

Lebih lanjut Anita menyebut Konsep dari program makan bergizi gratis ini bukan hanya memberi makan kenyang, tetapi juga memastikan makanan yang bergizi dengan takaran yang sesuai. Selain itu, program MBG ini juga diharapkan dapat menolong dan membantu anak-anak yang tidak sarapan pagi di rumah.
Untuk ukuran porsi, setiap anak TK hingga kelas 3 SD akan mendapatkan 100 gram nasi, sementara kelas 4-6 SD akan mendapatkan 175 gram nasi, dengan biaya sekitar 8.000 hingga 10.000 rupiah per porsi.
Bupati Sumba Tengah Drs. Paulus S. K. Limu menegaskan bahwa program makan bergizi gratis menjadi prioritas utama karena merupakan bagian dari program nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo. Meskipun begitu, program-program strategis lainnya juga tetap akan dilaksanakan. Selain itu, pemda juga akan menyesuaikan dengan langkah-langkah dari yayasan Ronita dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis ini.
Nantinya, sebagian besar tenaga kerja yang terlibat akan diprioritaskan bagi warga Sumba Tengah, sehingga dampak dan manfaat dapat langsung dirasakan dari program MBG ini.
Sumber: Protokol dan komunikasi Pimpinan