Waibakul – Bupati Sumba Tengah Drs. Paulus S. K. Limu bersama Wakil Bupati Sumba Tengah M. Umbu Djoka, S.Hut., M.Si. menerima kunjungan Brigjen TNI Waris Ari Nugroho beserta Tim Peneliti Program Bakti Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) TNI Angkatan Darat di wilayah Kodim 1613/Sumba Barat dan Sumba Tengah serta dosen dan mahasiswa dari Universitas Jenderal Ahmad Yani Bandung, Kamis (27/8/2026).
Kunjungan tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati Sumba Tengah dan dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan serta sejumlah pimpinan perangkat daerah Kabupaten Sumba Tengah.
Dalam sambutannya, Bupati Sumba Tengah menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kehadiran Brigjen TNI Waris Ari Nugroho bersama Tim Peneliti Program Bakti Seskoad di Kabupaten Sumba Tengah.
“Kedatangan dan kehadiran Bapak dan Ibu merupakan kebanggaan bagi kami. Melalui kehadiran Bapak-Bapak sekalian, kami juga berharap kehadiran Bapak Presiden,” ujar Bupati.
Di hadapan Tim Peneliti Program Bakti, Bupati menjelaskan bahwa Kabupaten Sumba Tengah masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Menurutnya, Sumba Tengah tidak hanya berada dalam kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), tetapi juga menghadapi keterbatasan fiskal serta tingginya angka kemiskinan.
“Sumba Tengah merupakan daerah 3T, namun sebenarnya kami adalah daerah 5T, yaitu tertinggal, terluar, terdepan, terkecil APBD-nya, dan termiskin dengan tingkat kemiskinan sekitar 36 persen,” jelasnya.
Bupati menegaskan, kondisi tersebut tidak menjadi alasan bagi pemerintah daerah untuk menyerah. Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah justru memiliki tekad untuk menjadikan daerah tersebut sebagai salah satu wilayah penyangga ketahanan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Menurutnya, dukungan terhadap penyediaan infrastruktur air menjadi salah satu kunci utama untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan ketersediaan air yang memadai, lahan pertanian dapat dikembangkan dan intensitas tanam dapat ditingkatkan dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.
“Kami tidak mau menjadi daerah 5T. Kami berniat menjadi daerah penyangga ketahanan pangan di NTT. Jika kami didukung dengan air, kami bisa mencetak sawah baru dan meningkatkan pola tanam dari sekali menjadi dua kali bahkan tiga kali,” ungkap Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa Kabupaten Sumba Tengah memiliki potensi lahan sawah yang cukup besar. Saat ini terdapat sekitar 10.000 hektare lahan sawah yang dapat mendukung program swasembada pangan.
Namun demikian, Bupati mengakui bahwa keterbatasan utama yang dihadapi adalah ketersediaan air untuk mendukung pengembangan pertanian.
“Khusus sawah, saat ini paling banyak sekitar 10 ribu hektare di Sumba Tengah. Untuk mendukung swasembada pangan, apabila ada pencetakan sawah baru, potensinya bisa mencapai 15 ribu sampai 20 ribu hektare. Yang menjadi kesulitan bagi kami adalah ketersediaan air,” katanya.
Bupati berharap kunjungan Tim Peneliti Program Bakti Seskoad dapat menjadi momentum untuk melihat secara langsung potensi pengembangan lahan pertanian di Sumba Tengah, khususnya dukungan terhadap penyediaan sumber air sehingga lahan pertanian dapat ditanami dua hingga tiga kali dalam setahun.
Sementara itu, Brigjen TNI Waris Ari Nugroho menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut perintah Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) melalui Program Bakti yang dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia.
Ia mengatakan, terdapat 10 tim yang bergerak di seluruh Indonesia. Setiap tim terdiri atas tujuh orang, termasuk unsur perwira, dosen, dan mahasiswa.
“Tim melaksanakan pendataan untuk menindaklanjuti program Bapak KASAD. Program ini muncul ketika beliau menjabat sebagai Pangdam di NTT. Ada panggilan tugas untuk membuat program sumur bor dan pompa hidram, kemudian program tersebut dikembangkan untuk dilaksanakan di berbagai wilayah di Indonesia,” jelas Brigjen TNI Waris.
Ia menjelaskan, Program Bakti tersebut memiliki tiga fokus utama, yakni pembangunan sumur bor atau pompa hidram, pembangunan jembatan, serta pembangunan dan peningkatan fasilitas umum, termasuk rumah tidak layak huni (RTLH) dan rumah ibadah.
Program tersebut, lanjutnya, sejak awal telah memasukkan wilayah Sumba sebagai salah satu lokasi sasaran, termasuk Kabupaten Sumba Tengah.
Dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan, Tim Peneliti Program Bakti akan melakukan pendataan dan peninjauan langsung terhadap berbagai potensi yang ada. Tim juga mengharapkan dukungan Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah berupa informasi, data, masukan, serta dokumentasi yang diperlukan untuk selanjutnya dilaporkan kepada pimpinan.
“Kami mohon dukungan dan bantuan, termasuk dokumentasi. Kami juga meminta masukan dan data yang nantinya akan kami laporkan kepada atasan,” ujarnya.
Brigjen TNI Waris menambahkan, pelaksanaan program yang melibatkan mahasiswa dan dosen diharapkan tidak hanya menghasilkan data penelitian, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Program ini berkolaborasi dengan mahasiswa dan dosen serta diharapkan membawa manfaat dan kepentingan bagi masyarakat,” katanya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah dan TNI Angkatan Darat dalam mendorong percepatan pembangunan serta optimalisasi potensi daerah, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumba Tengah.