Waibakul - Wakil Bupati Sumba Tengah, M. Umbu Djoka, S.Hut., M.Si, secara resmi membuka kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Mendukung Lembaga Ekonomi Desa di Kabupaten Sumba Tengah Tahun Anggaran 2026bertempat di Aula Bapperida Kabupaten Sumba Tengah, Selasa (3/11/2026).
Workshop strategis ini diselenggarakan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Sosial Budaya Daerah Tertinggal, khususnya Direktorat Penyerasian Pembangunan Sosial Budaya dan Kelembagaan Daerah Tertinggal.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Penyerasian Pembangunan Sosial Budaya dan Kelembagaan Daerah Tertinggal, Dr. Dimposma Sihombing, S.Sos., M.AP beserta jajaran, Lektor Kepala Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Prof. Dr. Hendra Kaprisma, S.Hum., para Asisten pada Setda, para Pimpinan Perangkat Daerah, para Camat, Kepala Desa, pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta pengurus Koperasi Desa Merah Putih.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati M. Umbu Djoka menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Kemendes PDT atas perhatian serta dukungan nyata bagi percepatan pembangunan ekonomi masyarakat di Sumba Tengah.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah pusat dalam mendorong pembangunan di daerah tertinggal yang dimulai dari tingkat desa, dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama ekonomi.
"Kita berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi forum sosialisasi dan peningkatan pengetahuan semata, tetapi menjadi momentum untuk membangun kelembagaan ekonomi desa yang kuat, produktif, berdaya saing, dan mampu memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat," ujar Wabup Umbu Djoka.
Lebih lanjut, Wabup memaparkan kondisi objektif daerah di mana Kabupaten Sumba Tengah saat ini mencatatkan angka kemiskinan sebesar 29,23 persen, yang menjadikannya sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi daerah tercatat berada di angka 5,07 persen.
Menurutnya, angka pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi terus bergerak dan memiliki potensi besar. Namun, tantangan utamanya adalah memastikan pertumbuhan tersebut berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah di perdesaan.
Workshop ini difokuskan untuk menguatkan kapasitas kelembagaan, kewirausahaan, daya saing, serta jejaring dan kemitraan ekonomi bagi 30 pengelola BUMDes dan 20 pengurus Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Sumba Tengah.
Wabup M. Umbu Djoka menekankan pentingnya langkah-langkah strategis untuk menciptakan dampak nyata (impact), di antaranya; Kolaborasi, Integrasi, dan Sinergitas Kelembagaan yang Sehat, Kewirausahaan Berorientasi Pasar, Jejaring dan Kemitraan Kuat.
Menutup sambutannya, Wakil Bupati Sumba Tengah menyampaikan harapan agar Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dapat terus memberikan dukungan berkelanjutan, termasuk melalui berbagai kebijakan afirmatif lainnya guna mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Sumba Tengah.
Usai menghadiri pembukaan kegiatan Wakil Bupati Sumba Tengah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindag, Kepala Dinas PMD bersama Direktur Penyerasian Pembangunan Sosial Budaya dan Kelembagaan Daerah Tertinggal, Dr. Dimposma Sihombing, S.Sos., M.AP melakukan monitoring untuk meninjau secara langsung kondisi Kopdes Merah Putih Wairasa, Kopdes Merah Putih Malinjak, Kopdes Merah Putih Tanamodu serta SPPG Tanamodu.